1. Apa kata aturan WhatsApp

Pusat Bantuan WhatsApp menjelaskan bahwa akun bisa diblokir karena spam, penipuan, atau membahayakan keamanan pengguna lain, dan merujuk ke bagian penggunaan yang dapat diterima dalam Ketentuan Layanan.

Untuk bisnis, Kebijakan Perpesanan WhatsApp Business lebih tegas: bisnis hanya boleh menghubungi orang yang sudah memberikan nomornya (atau nama penggunanya) dan setuju menerima pesan, dan wajib menghormati setiap permintaan untuk berhenti.

Orang yang menerima pesan yang tidak dimintanya bisa melaporkan dan memblokir nomor itu langsung dari chat.

2. Apa yang biasanya memicu laporan

WhatsApp tidak memublikasikan daftar kriteria. Menurut pemahaman kami atas aturannya, berikut kasus yang paling sering berujung pada laporan dan pembatasan:

  • Pesan ke orang yang tidak memberikan nomornya: database yang dibeli atau kontak yang disalin dari internet atau dari grup.
  • Teks yang sama ke banyak orang: pesan yang sama, sering kali dengan link, dikirim ke puluhan kontak.
  • Banyak pesan tanpa balasan: nomor mengirim jauh lebih banyak daripada yang diterima, terutama tak lama setelah diaktifkan.
  • Volume tinggi sekaligus: dari nyaris tidak ada aktivitas langsung ke puluhan chat baru dalam satu hari.
  • Memasukkan orang ke grup tanpa izin: orang yang dimasukkan ke grup yang tidak dikenalnya biasanya keluar lalu melapor.
  • Mengabaikan orang yang minta berhenti: terus mengirim pesan setelah orang itu meminta tidak dikirimi lagi.

3. Apa yang harus dilakukan

  1. Pastikan ada izin dari penerima: hubungi orang yang memberikan nomornya kepada Anda, lewat pendaftaran, pembelian, iklan Click to WhatsApp, atau permintaan penawaran harga.
  2. Sebutkan siapa Anda: di pesan pertama, nama bisnis Anda dan alasan Anda menghubungi.
  3. Sediakan cara berhenti: tawarkan cara mudah untuk berhenti menerima pesan dan langsung hormati permintaan itu.
  4. Naikkan volume pelan-pelan: terutama untuk nomor baru. Lihat cara kerja siklus 7 hari.
  5. Untuk volume besar, pakai API resmi: pesan promosi bervolume besar adalah tugas API resmi WhatsApp Business, dengan kontak yang sudah setuju menerima pesan.

4. Di mana peran WhaMesh

WhaMesh tidak mengirim kampanye maupun pesan ke daftar kontak. WhaMesh melakukan warming nomor baru selama 7 hari, lewat obrolan buatan AI antara nomor dari bisnis yang berbeda, sebelum nomor itu dipakai untuk melayani pelanggan. Ini tidak mengubah satu pun aturan di atas: nomor yang sudah di-warming lalu mengirim pesan ke orang yang tidak memintanya tetap bisa dilaporkan dan dibatasi seperti nomor lainnya.

Pertanyaan yang sering diajukan

Perilaku apa yang biasanya berujung pada laporan dan pembatasan?

WhatsApp tidak memublikasikan daftar kriteria. Menurut pemahaman kami, kasus yang paling sering adalah: pesan ke orang yang tidak memberikan nomornya, database yang dibeli atau disalin dari internet, teks yang sama ke banyak orang, banyak pesan yang tidak dibalas siapa pun, memasukkan orang ke grup tanpa izin, dan terus mengirim pesan setelah orang itu meminta berhenti.

Bagaimana cara mengirim pesan bisnis tanpa melanggar aturan WhatsApp?

Hanya hubungi orang yang sudah memberikan nomornya dan setuju menerima pesan, sebutkan siapa Anda di pesan pertama, sediakan cara mudah untuk berhenti menerima pesan, dan langsung hormati permintaan itu. Untuk pesan promosi bervolume besar, pakai API resmi WhatsApp Business.

Berapa laporan yang membuat sebuah nomor dibatasi?

WhatsApp tidak memublikasikan angka itu. Karena itu, jangan mengandalkan batas tertentu: jalan yang aman adalah hanya menghubungi orang yang meminta dihubungi.

Sumber